Hasil Pertemuan Board of Peace di Washington. Keputusan Penting, Janji, dan Langkah Selanjutnya
Pada pertemuan puncak pertamanya di Washington, “Dewan Perdamaian” Trump menjanjikan pendanaan miliaran dolar, meresmikan pasukan stabilisasi multinasional, dan memajukan rencana untuk membentuk kembali aparat keamanan internal Gaza (19/2).
Perkembangan Utama
- Trump memimpin pertemuan “Dewan Perdamaian” pertama di Washington.
- AS menjanjikan $10 miliar; sembilan negara berkomitmen lebih dari $7 miliar untuk bantuan Gaza.
- Lima negara menjanjikan pasukan untuk Pasukan Stabilisasi Internasional Gaza.
- Mesir dan Yordania akan melatih unit polisi Palestina.
- Hamas menuntut penghentian penuh agresi dan pencabutan pengepungan sebelum pengaturan politik apa pun.
- Komite administrasi Gaza membuka pendaftaran untuk pasukan polisi Palestina baru.
- Negara Vatikan peringatkan bahwa peran PBB harus diutamakan dalam perdamaian dunia.
Pertemuan di Washington menandai titik balik dalam bagaimana masa depan Gaza dibingkai oleh kekuatan eksternal: komitmen keuangan skala besar, pengerahan pasukan multinasional, perekrutan polisi yang terkoordinasi, dan keterkaitan yang jelas dengan diplomasi regional yang lebih luas.
Namun, konsensus politik masih belum tercapai.
Meskipun Dewan Perdamaian memproyeksikan model yang dibangun berdasarkan pendanaan, pengawasan, dan restrukturisasi keamanan, faksi-faksi perlawanan Palestina bersikeras bahwa pemerintahan dan rekonstruksi tidak dapat dipisahkan dari pengakhiran pendudukan dan pengepungan israel.
Saat miliaran dolar dijanjikan dan pasukan bersiap untuk dikerahkan, Gaza memasuki fase transisi baru — yang dibentuk secara bersamaan oleh rancangan internasional dan realitas politik Palestina yang belum terselesaikan.
Apakah kerangka kerja yang diumumkan di Washington akan menghasilkan stabilitas nyata di lapangan akan bergantung tidak hanya pada janji keuangan atau pengerahan pasukan asing, tetapi juga pada realitas politik yang lebih luas yang terus membentuk Gaza — termasuk kekerasan israel yang berkelanjutan, kendali atas perbatasan, wilayah udara, pergerakan, dan akses rekonstruksi. (is/knrp)
