AS dan israel Berupaya Depak Yordania Sebagai Pengelola Masjid Al-Aqsha
AS dan israel “secara aktif berupaya” untuk mencabut hak perwalian historis Yordania atas kompleks Masjid Al-Aqsha di Al-Quds, dan sedang mengupayakan pengaturan baru yang akan membuat pengelolaan situs Muslim yang dihormati tersebut selaras dengan kepentingan israel, demikian menurut beberapa sumber (25/5).
Para pejabat AS, Yordania, dan Palestina, serta sumber-sumber Barat dan Arab Teluk, mengatakan bahwa berdasarkan rencana tersebut, yang didukung oleh menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, dan duta besar AS untuk israel, Mike Huckabee, otoritas Waqf Islam yang didukung Yordania akan berakhir secara tiba-tiba dan badan baru yang dibentuk oleh pemerintah israel akan menyatakan Masjid Al-Aqsha sebagai “pusat multi-agama”.
Menurut para pejabat tersebut, yang semuanya meminta anonimitas untuk membahas masalah sensitif, “pengaturan baru” tersebut akan memberikan akses yang sama kepada orang Yahudi ke situs Muslim tersebut dan secara resmi mengizinkan doa kelompok besar Yahudi.
israel juga akan memiliki pengaruh besar dalam pengangkatan imam, penceramah, dan pejabat senior masjid, serta akan terlibat dalam menyetujui isi khutbah Jumat.
Dua pejabat AS mengatakan bahwa Washington telah menyusun sebuah dokumen tentang bagaimana mereka membayangkan masa depan masjid tersebut. Para pejabat tersebut mengatakan bahwa pemerintahan Trump ingin melihat Masjid Al-Aqsha dilucuti dari identitas Muslimnya, dengan situs tersebut diubah menjadi objek wisata penting yang menampung ketiga agama Ibrahim. (is/knrp)
