Pernikahan Massal Diadakan Untuk 40 Warga Gaza Yang Cacat dan Terluka
Di tengah suasana gembira yang dibayangi oleh dampak perang israel di Jalur Gaza, sebuah organisasi amal, yang didanai oleh rakyat Maroko, menyelenggarakan pernikahan massal untuk 40 pemuda Palestina penyandang disabilitas dan luka-luka, termasuk yang diamputasi, di daerah Mawasi, Rafah, Gaza selatan (11/6).
Acara ini berlangsung di tengah kesulitan kemanusiaan dan ekonomi yang terus dihadapi warga Gaza akibat perang yang telah berlangsung sejak 8 Oktober 2023. Inisiatif ini bertujuan untuk membawa kebahagiaan bagi para peserta dan meringankan beban keuangan yang telah menghalangi banyak kaum muda untuk menikah.
Abdulrahman Al-Qadi, seorang pemuda penyandang disabilitas fisik dan salah satu penerima manfaat dari inisiatif ini, mengatakan bahwa berpartisipasi dalam pernikahan massal tersebut menandai momen yang telah lama ditunggu-tunggu setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan.
“Saya telah bertunangan selama bertahun-tahun, dan situasi ekonomi serta perang adalah beberapa hambatan terbesar untuk menikah. Hari ini kami merasakan kegembiraan yang besar dan berharap kehidupan pernikahan kami akan dimulai dengan baik,” kata Al-Qadi kepada Anadolu Agency.
Ia mengatakan inisiatif ini melampaui sekadar mengatur upacara, memberikan bantuan finansial dan non-finansial untuk membantu pasangan pengantin baru memulai kehidupan baru mereka.
Al-Qadi menambahkan bahwa biaya pernikahan telah menjadi di luar jangkauan sebagian besar kaum muda di Jalur Gaza, sehingga inisiatif seperti ini menjadi peluang penting bagi banyak orang. (is/knrp)
