Kristiani
Berita Palestina

Tercatat 88 Serangan Pemukim Yahudi Terhadap Warga Kristen Palestina Sejak Januari 2026

Pusat Data Kebebasan Beragama menyatakan pada hari Rabu bahwa serangan dan pelecehan yang menargetkan umat Kristen Palestina dan tempat-tempat keagamaan mereka telah meningkat (11/6).

Pusat tersebut mendokumentasikan lebih dari 88 insiden terhadap umat Kristen sejak awal tahun ini, termasuk 63 kasus hanya dalam kuartal kedua. Dikatakan bahwa angka-angka tersebut menunjukkan bahwa tahun 2026 dapat mencetak rekor baru, melampaui 181 insiden yang tercatat tahun lalu.

Menurut laporan yang dipresentasikan di Al-Quds, pelanggaran tersebut termasuk insiden meludah, pelecehan verbal, vandalisme terhadap pemakaman, batu nisan, patung dan salib, serta grafiti rasis dan penodaan tempat-tempat keagamaan Kristen.

Sebagian besar insiden terkonsentrasi di Kota Tua Al-Quds, Gunung Sion, dan daerah sekitar Patriarkat Armenia.

Selama konferensi di Al-Quds yang diduduki tempat laporan tersebut dipresentasikan, aktivis hak asasi manusia dan pengacara mengkritik kinerja polisi israel dalam menangani pengaduan yang diajukan oleh umat Kristen.

Uri Narov, kepala departemen hukum di Pusat Aksi Keagamaan israel, mengatakan sebagian besar kasus ditutup tanpa hasil. Ia mencatat bahwa 19 dari 25 pengaduan yang diajukan oleh pusat tersebut antara tahun 2012 dan 2021 ditutup karena berbagai alasan, termasuk kegagalan mengidentifikasi tersangka atau tidak adanya pelanggaran yang terjadi.

Perwakilan gereja-gereja Katolik juga menyampaikan serangkaian serangan yang menargetkan lembaga-lembaga keagamaan dan properti milik gereja. Ini termasuk perobohan salib batu, kerusakan kendaraan, dan pelemparan batu, telur, dan sampah ke biara-biara dan wisma-wisma Kristen. (is/knrp)

Leave A Comment

Your Comment
All comments are held for moderation.