Militer israel Lakukan Serangan Masif di Tepi Barat
Pasukan penjajah israel melancarkan penggerebekan dan operasi penahanan skala besar di seluruh Tepi Barat dan Al-Quds Timur yang diduduki pada dini hari Ahad, menurut sumber-sumber local (14/6).
Saksi mata melaporkan penggerebekan rumah yang agresif, penggeledahan ekstensif, dan kerusakan properti selama operasi tersebut. Di pinggiran kota Al-Quds Timur, Dahiyat al-Salam di Anata, pasukan penjajah israel menahan seorang pria Palestina dan keempat putranya. Dua pemuda lainnya juga ditahan di daerah tersebut selama operasi penggeledahan.
Di provinsi Jenin, pasukan penjajah israel menahan seorang wanita dan putranya setelah menggerebek lingkungan German Quarter. Pasukan juga menyerbu desa Siris, di selatan Jenin.
Sementara itu, di kamp pengungsi Aqabat Jaber di selatan Ariha (Yerikho), mantan tahanan Loay al-Najjar ditahan setelah tentara israel menggerebek dan menggeledah rumahnya.
Penahanan terpisah dilaporkan terjadi di kamp pengungsi Al-Jalazone di utara Ramallah, di mana pasukan menangkap seorang pemuda Palestina setelah penggerebekan di kediamannya.
Di kota Dhahiriya, selatan Hebron (Al-Khalil), penduduk melaporkan bahwa pasukan israel menembakkan peluru tajam, gas air mata, dan apa yang oleh sumber lokal digambarkan sebagai gas beracun saat melakukan penggeledahan di seluruh kota.
Dibarengi Serangan Imigran Yahudi
Serangan-serangan tersebut bertepatan dengan gelombang baru serangan pemukim yang menargetkan komunitas Palestina di seluruh Tepi Barat yang diduduki.
Menurut laporan setempat, pemukim Yahudi israel ilegal membakar lahan pertanian dan empat kendaraan Palestina di kota Jit dekat Qalqilya. Warga dan tim pertahanan sipil kemudian berhasil memadamkan api.
Para pemukim ilegal juga dilaporkan melemparkan bom molotov ke rumah-rumah Palestina di Jit dan desa Ein Arik di sebelah barat Ramallah.
Di Wadi Rahhal, selatan Betlehem, beberapa karyawan Perusahaan Listrik Distrik Yerusalem terluka setelah diserang oleh pemukim saat melakukan pekerjaan pemeliharaan.
Pemukim lain dilaporkan menyerbu daerah Khala’il al-Luz di tenggara Betlehem, merusak properti, dan mencuri pipa air.
Sumber-sumber lokal mengatakan serangan-serangan tersebut merupakan bagian dari eskalasi yang sedang berlangsung yang mencakup serangan terhadap kendaraan, jaringan irigasi, lahan pertanian, dan penggembala di beberapa wilayah Tepi Barat. (is/knrp)
