Tidak Ada Bantuan Masuk, Pemerintah Gaza Terancam Kolaps Layani Warga
Persatuan Kota-Kota di Jalur Gaza pada hari Kamis memperingatkan akan adanya bencana kemanusiaan, kesehatan, dan lingkungan yang akan segera terjadi akibat pembatasan israel yang terus berlanjut terhadap masuknya pasokan penting untuk operasional dan pemeliharaan (18/6).
Menurut persatuan tersebut, kekurangan minyak industri telah menjadi ancaman paling mendesak bagi operasional kota. Minyak tersebut dibutuhkan untuk menjalankan generator listrik, sumur air, stasiun pompa limbah, dan kendaraan kota.
Para pejabat memperingatkan bahwa penipisan pasokan ini dapat memaksa fasilitas vital untuk berhenti beroperasi meskipun masih tersedia sejumlah kecil bahan bakar.
Serikat pekerja tersebut mengatakan bahwa pemerintah kota dan otoritas air saat ini mengoperasikan puluhan fasilitas untuk menyediakan lebih dari 140.000 meter kubik air setiap hari untuk keperluan rumah tangga dan minum.
Pada saat yang sama, sekitar 60.000 meter kubik air limbah dipompa ke laut setiap hari untuk mencegah banjir dan penumpukan limbah di dalam kawasan perumahan.
Petugas kota juga mengumpulkan dan mengangkut lebih dari 3.000 meter kubik sampah setiap hari di Jalur Gaza.
Namun, para pejabat memperingatkan bahwa pembatasan berkelanjutan terhadap minyak industri, solar, suku cadang, ban kendaraan, dan pompa dapat menghentikan operasi pengumpulan sampah dan sanitasi sepenuhnya, meningkatkan risiko wabah penyakit dan pencemaran lingkungan yang parah.
Serikat pekerja tersebut menyerukan kepada PBB dan organisasi internasional untuk segera turun tangan dan memfasilitasi masuknya pasokan operasional yang dibutuhkan untuk mencegah runtuhnya layanan penting. (is/knrp)
