Setelah Makamnya Dirusak, 40 Jenazah Warga Palestina Dimakamkan Ulang
Gaza – Tim Pertahanan Sipil Palestina mengevakuasi dan memakamkan kembali 40 jenazah warga Palestina dari Pemakaman Syaikh Ridhwan di utara Kota Gaza. Sebelumnya, makam-makam tersebut mengalami kerusakan setelah digali dan diratakan oleh militer penjajah israel selama operasi militer yang berlangsung di wilayah tersebut, sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency (AA).
Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Gaza menyatakan bahwa timnya berhasil mengevakuasi 40 jenazah dari bagian timur Pemakaman Syaikh Ridhwan yang terdampak operasi perataan tanah oleh militer penjajah israel selama agresi berlangsung.
“Proses evakuasi ini dilakukan dengan melibatkan tim forensik, dokter pemeriksa, serta Kementerian Wakaf dan Urusan Agama. Langkah ini bertujuan menjaga martabat para korban yang telah meninggal dunia sekaligus mendokumentasikan jenazah yang makamnya mengalami kerusakan,” demikian keterangan Direktorat Pertahanan Sipil Gaza.
Menurut informasi di lapangan, sejumlah jenazah yang makamnya terdampak operasi perataan tanah sebelumnya dimakamkan secara darurat oleh warga selama konflik berlangsung. Pada Rabu (24/6/2026), jenazah-jenazah tersebut dipindahkan kembali dan dimakamkan secara layak di area pemakaman yang telah ditata ulang.
Direktorat menjelaskan bahwa seluruh jenazah telah diserahkan kepada pihak berwenang untuk menjalani proses identifikasi dan prosedur kemanusiaan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Tim khusus berhasil mengidentifikasi sejumlah jenazah sehingga dapat dimakamkan kembali dengan identitas yang jelas. Namun, beberapa jenazah lainnya belum dapat dikenali karena kondisi pembusukan yang telah lanjut dan hilangnya tanda-tanda identifikasi.
Jenazah yang belum teridentifikasi ditempatkan dalam kantong khusus dan diberi nomor identifikasi sebelum dimakamkan kembali. Langkah tersebut dilakukan agar proses identifikasi tetap memungkinkan apabila di kemudian hari ditemukan informasi atau bukti baru.
Pemakaman Syaikh Ridhwan merupakan pemakaman terbesar di Kota Gaza. Selama agresi berlangsung, kawasan pemakaman ini dilaporkan berulang kali mengalami kerusakan akibat operasi militer yang menyebabkan makam-makam terganggu dan sebagian area pemakaman hancur. Menurut data Palestina dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), agresi di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah menyebabkan lebih dari 73.000 warga Palestina gugur dan sekitar 173.000 lainnya mengalami luka-luka. Agresi tersebut juga mengakibatkan kerusakan luas pada infrastruktur, dengan sekitar 90 persen fasilitas dan bangunan di Jalur Gaza dilaporkan mengalami kerusakan atau kehancuran. (wm/knrp)