Pelanggaran Gencatan Senjata Berlanjut, Tiga Warga Palestina Gugur di Jalur Gaza
Jalur Gaza – Tiga warga Palestina, termasuk seorang remaja perempuan dan saudara laki-lakinya, gugur serta 25 lainnya terluka akibat serangan udara penjajah israel yang menargetkan tenda-tenda pengungsi dan kerumunan warga sipil di Jalur Gaza pada Sabtu (27/6/2026), sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency (AA).
Pada saat yang sama, kendaraan militer penjajah israel bergerak memasuki wilayah timur Kamp Al-Maghazi dan Kota Deir al-Balah di bagian tengah Jalur Gaza.
Informasi tersebut disampaikan oleh sumber medis, sumber lokal, dan saksi mata kepada Anadolu Agency. Insiden ini terjadi di tengah pelanggaran yang terus berlanjut terhadap perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025.
Di kawasan Al-Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza selatan, serangan pesawat nirawak (drone) penjajah israel yang menghantam dua tenda pengungsi di dekat Jalan Runi menyebabkan gugurnya Islam Hassan Mousa (15 tahun) dan saudara laki-lakinya, Abdullah (31 tahun). Serangan tersebut juga melukai enam warga Palestina lainnya.
Beberapa saat kemudian, Zaher Abu Salem (45 tahun) dinyatakan gugur akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan yang sama. Serangan tersebut menghancurkan kedua tenda dan merusak sejumlah tenda di sekitarnya.
Militer penjajah israel juga melakukan dua ledakan penghancuran besar di wilayah yang berada di bawah kendalinya di tenggara Kota Khan Younis.
Sebelumnya, seorang anak Palestina bernama Walid Youssef Abu Jazar (10 tahun) juga dinyatakan gugur akibat luka-luka yang dideritanya setelah serangan penjajah israel yang menghantam kawasan Al-Mawasi di barat Khan Younis beberapa hari sebelumnya.
Di wilayah tengah Jalur Gaza, dua tank penjajah israel dan sebuah buldoser militer dilaporkan bergerak sekitar 200 meter ke arah barat dari kawasan tenggara Kamp Al-Maghazi dan timur Kota Deir al-Balah, disertai tembakan intensif.
Sementara itu, pesawat tempur penjajah israel mengebom sebidang lahan pertanian di dekat tenda-tenda pengungsi di sekitar Jalan Salahuddin, sebelah timur Kota Deir al-Balah. Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam serangan tersebut.
Kendaraan militer penjajah israel juga dilaporkan menyingkirkan balok-balok beton berwarna kuning yang menandai kawasan yang dikenal sebagai “Garis Kuning”. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya baru untuk memperluas wilayah kendali penjajah israel di dalam Jalur Gaza.
Militer penjajah israel saat ini ditempatkan di sepanjang “Garis Kuning”, yaitu sabuk keamanan yang ditetapkan di dalam Jalur Gaza dan membuat warga Palestina dilarang memasuki wilayah-wilayah di sekitarnya. Kawasan tersebut dilaporkan mencakup lebih dari 70 persen wilayah Jalur Gaza.
Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, hingga Sabtu, pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata telah menyebabkan 1.038 warga Palestina gugur dan 3.329 lainnya terluka. Menurut data yang sama, perang yang berlangsung di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah menyebabkan lebih dari 73.000 warga Palestina gugur dan lebih dari 173.000 lainnya terluka. Selain itu, sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza dilaporkan mengalami kerusakan atau kehancuran. (wm/knrp)