Thumbs b c 1093195e801660dbe5ba3c035602dab4
Berita Palestina

Anak Palestina Gugur Akibat Luka Serangan Israel, Perempuan Terluka Ditembak Angkatan Laut di Gaza

Jalur Gaza – Seorang anak Palestina meninggal dunia akibat luka yang dideritanya setelah serangan penjajah israel, sementara seorang perempuan Palestina terluka akibat tembakan angkatan laut penjajah israel pada Rabu (8/7/2026), sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency (AA). Kedua insiden tersebut menambah daftar pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang masih terus berlangsung di Jalur Gaza. 

Sumber medis di Rumah Sakit Asy-Syifa, Kota Gaza, mengatakan kepada Anadolu bahwa Fadi Al-Deiri (8 tahun) meninggal dunia akibat luka yang dideritanya setelah sebuah kendaraan sipil di kawasan Sabra, selatan Kota Gaza, menjadi sasaran serangan penjajah israel pada Selasa (7/7/2026) malam. 

Sebelumnya, tiga warga Palestina, termasuk seorang anak, gugur dan tiga lainnya terluka ketika pesawat nirawak (drone) penjajah israel menyerang kendaraan tersebut. Dengan meninggalnya Fadi Al-Deiri, jumlah korban jiwa dalam serangan itu bertambah menjadi empat orang. 

Di lokasi terpisah, Direktorat Pertahanan Sipil Gaza menyatakan telah mengevakuasi seorang perempuan Palestina yang terluka akibat tembakan kapal perang penjajah israel di kawasan pelabuhan, sebelah barat Kota Gaza. Otoritas tersebut tidak menjelaskan tingkat keparahan luka yang dialami korban. 

Sementara itu, di wilayah tengah Jalur Gaza, sumber-sumber lokal dan saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa militer penjajah israel menembakkan sejumlah peluru artileri ke arah wilayah timur dan selatan Kamp Pengungsi Al-Bureij. 

Di bagian selatan Jalur Gaza, kendaraan militer penjajah israel juga melepaskan tembakan ke arah tenda-tenda pengungsi di kawasan Al-Mawasi, barat laut Kota Rafah. Hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat insiden tersebut. 

Perkembangan ini terjadi di tengah pelanggaran penjajah israel yang terus berlanjut terhadap perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku di Jalur Gaza pada 10 Oktober 2025. 

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, hingga Senin (6/7/2026), pelanggaran terhadap perjanjian tersebut telah menyebabkan 1.072 warga Palestina gugur dan 3.463 lainnya terluka. 

Sejak dimulainya genosidan dan serangan militer penjajah israel di Jalur Gaza pada 8 Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina dilaporkan gugur dan lebih dari 173.000 lainnya terluka. Selain itu, sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza dilaporkan mengalami kerusakan atau kehancuran. (wm/knrp)

Leave A Comment

Your Comment
All comments are held for moderation.