9
Berita Palestina

Tawanan Palestina Ceritakan Dugaan Penyiksaan dan Penolakan Perawatan Medis di Penjara israel

Jalur Gaza – Tawanan Palestina yang terluka, Yaqoub As-Sabbar, menceritakan pengalamannya selama dua tahun mendekam di penjara Israel setelah dibebaskan pada Rabu (8/7/2026), sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.

As-Sabbar merupakan warga Ramallah At-Tahta, Kota Ramallah, Tepi Barat. Ia telah menghabiskan sekitar 10 tahun di penjara penjajah israel dalam beberapa periode penahanan. Penahanan terakhir berlangsung selama dua tahun setelah ia ditangkap pasukan penjajah israel pada 12 Agustus 2024, usai rumahnya di Ramallah diserbu.

Menurut kesaksiannya, saat penangkapan ia ditembak oleh pasukan penjajah israel dan diserang anjing polisi. Akibat insiden tersebut, ia mengalami luka serius hingga kehilangan kesadaran dan harus menjalani perawatan di rumah sakit sebelum dipindahkan ke penjara penjajah israel.

As-Sabbar mengatakan tembakan yang mengenainya menghancurkan tulang di kedua kakinya sehingga ia mengalami cedera berat dan kehilangan kemampuan untuk berjalan.

Ia juga mengaku selama menjalani penahanan mengalami pengabaian medis dan tidak memperoleh perawatan yang dibutuhkannya. Menurut As-Sabbar, setiap kali meminta pengobatan, pihak administrasi penjara mengatakan bahwa dirinya adalah seorang “penyabotase” sehingga tidak berhak mendapatkan perawatan medis.

Setelah dibebaskan dari Penjara An-Naqb (Negev), As-Sabbar dikeluarkan melalui Gerbang Adh-Dhahiriya di selatan Al-Khalil (Hebron) sebelum langsung dipindahkan ke Rumah Sakit Istishari di Ramallah. Rekaman video yang beredar memperlihatkan dirinya dibawa dari gerbang penjara menuju rumah sakit.

Pada akhir bulan lalu, sejumlah lembaga Palestina yang menangani urusan para tawanan menyatakan bahwa penjara-penjara penjajah israel telah menjadi salah satu lokasi utama terjadinya praktik yang mereka sebut sebagai bagian dari genosida, melalui kebijakan kelaparan, penghinaan, penolakan layanan kesehatan, serta perlakuan yang menyebabkan penderitaan fisik dan psikologis terhadap para tahanan.

Menurut data lembaga-lembaga Palestina, sejak dimulainya perang di Jalur Gaza, penjajah israel telah menangkap sekitar 23.000 warga Palestina dari Tepi Barat, termasuk perempuan, anak-anak, serta mantan tawanan yang sebelumnya telah dibebaskan. (wm/knrp)

Leave A Comment

Your Comment
All comments are held for moderation.