Sejak 11 Tahun Yang Lalu, Telah Berdiri 22.000 Rumah Baru Untuk Imigran Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Otoritas israel hanya memberikan 66 izin pembangunan kepada warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki selama periode 11 tahun, sementara pemukim ilegal diberi 22.000 izin, demikian dilaporkan sebuah surat kabar israel pada hari Ahad, menurut laporan Anadolu (22/2).
Menurut harian Haaretz, hanya 66 izin pembangunan yang dikeluarkan untuk warga Palestina antara tahun 2009 dan 2020, sementara 22.000 izin diberikan kepada pemukim ilegal israel selama periode yang sama.
“Karena sebagian besar Tepi Barat terlarang untuk pembangunan Palestina, penduduk terpaksa membangun tanpa izin,” komentar surat kabar tersebut.
Surat kabar itu mengutip pembongkaran besar-besaran yang dilakukan oleh otoritas israel sejak Januari di lingkungan Taawun, selatan Nablus di Tepi Barat utara.
Lingkungan tersebut terletak di Area C dan “tidak menerima izin pembangunan dari otoritas israel, meskipun jauh dari pemukiman atau jalan akses mana pun,” kata harian itu.
Al-Taawun, tambahnya, hanyalah “satu contoh dari percepatan laju pembongkaran di seluruh Tepi Barat.”
Pada bulan Januari saja, tentara israel menghancurkan total 24 bangunan Palestina di Area C karena kurangnya izin pembangunan. (is/knrp)
