Netanyahu Khawatir Ditinggal Trump
Pertemuan puncak yang direncanakan antara Amerika Serikat dan Iran di Jenewa pada hari Kamis dipandang di Washington sebagai peluang penting untuk memajukan pembicaraan tentang perjanjian nuklir baru (23/2).
Sementara para penasihat Presiden Donald Trump, termasuk Steve Witkoff dan Jared Kushner, berupaya memberikan lebih banyak ruang untuk diplomasi, tokoh-tokoh lain di lingkaran terdekatnya mendesak tindakan militer terhadap Teheran jika tidak ada terobosan yang dicapai.
Menurut Channel 12 News israel, keraguan yang dirasakan di Washington menimbulkan kekhawatiran di Tel Aviv. Sebuah sumber AS yang bertemu dengan Perdana Menteri israel Benjamin Netanyahu pekan lalu mengatakan Netanyahu meninggalkan pertemuannya dengan Presiden Trump di Gedung Putih tanpa kejelasan tentang niat presiden.
Sumber yang sama mengutip Netanyahu yang bertanya: “Apakah Trump masih bersama kita? Saya khawatir.”
israel diperkirakan akan memantau dengan cermat hasil pembicaraan Jenewa, terutama mengingat kedatangan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang dijadwalkan bertemu Netanyahu dua hari kemudian.
Sebelumnya pada hari Ahad, para pejabat senior AS mengatakan bahwa mereka menuntut agar Iran menyerahkan proposal terperinci untuk perjanjian nuklir dalam waktu 48 jam, paling lambat hari Selasa, sebelum pidato kenegaraan Presiden Trump yang diperkirakan akan disampaikan. (is/knrp)
