Harapan Baru Layanan Kesehatan Gaza: Upaya Pemulihan RSUP Al-Shifa untuk Selamatkan Ratusan Ribu Nyawa
Jalur Gaza, 19 Februari 2026 — Di tengah krisis kemanusiaan yang terus melanda Jalur Gaza akibat penjajahan israel, upaya memulihkan layanan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat Palestina. Melalui penandatanganan kerja sama antara Komnas untuk Rakyat Palestina (KNRP), Kementerian Kesehatan Palestina, dan Kompleks Medis RSUP Al-Shifa, dimulai langkah awal renovasi Gedung Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) RSUP Al-Shifa tahap pertama. Inisiatif ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk memulihkan fungsi penting rumah sakit terbesar di Gaza yang selama ini menjadi tumpuan utama pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ahmad Syathaat selaku Direktur Kerja Sama Internasional Kementerian Kesehatan Palestina memberikan sambutan. “Pada hari ini kita berkumpul untuk menandatangani perjanjian kemitraan dalam pelaksanaan proyek rehabilitasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pelatihan bagi tenaga kesehatan di Kompleks Medis Al-Shifa, bersama Lembaga Medics Worldwide. Di akhir sambutan ini, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Medics Worldwide, serta kepada lembaga pendukung, KNRP Indonesia, atas dukungan dan kerja sama yang diberikan.”

Sebagai kompleks medis utama di Gaza, RSUP Al-Shifa selama bertahun-tahun menjadi tempat bergantung bagi ratusan ribu hingga jutaan warga Palestina yang membutuhkan layanan kesehatan. Sebelum perang, rumah sakit ini memiliki kapasitas sekitar 700 hingga 750 tempat tidur serta 22 ruang operasi yang melayani berbagai kebutuhan medis, mulai dari perawatan darurat hingga tindakan bedah kompleks.
Namun, kondisi dua tahun terakhir rumah sakit ini sangat memprihatinkan. Akibat pengeboman mayoritas bangunan runtuh, pasokan listrik sering terputus, alat diagnostik seperti MRI terancam rusak, ruang perawatan tidak layak, dan tenaga medis bekerja tanpa perlengkapan yang memadai. Tenaga medis bekerja tanpa henti di RSUP Al-Shifa, selama dua tahun kelaparan, pengungsian dan genosida. Beberapa juga terluka, ditangkap atau anggota keluarganya terbunuh.
Lebih dari sekadar rumah sakit, RSUP Al-Shifa juga dikenal sebagai pusat pendidikan dan pelatihan tenaga medis paling bergengsi di Gaza. Di tempat inilah para dokter dan perawat terbaik Palestina bekerja, sekaligus menjadi lokasi rujukan bagi berbagai misi medis internasional yang datang untuk memberikan pelayanan serta pelatihan bagi tenaga kesehatan lokal.

Pembangunan kembali fasilitas medis dan pendidikan di RSUP Al-Shifa menjadi langkah penting untuk memulihkan sistem kesehatan Gaza yang hampir runtuh. Keberadaan fasilitas pelatihan tenaga medis di kompleks rumah sakit ini memastikan bahwa Gaza akan terus memiliki generasi dokter dan perawat yang siap berjuang menyelamatkan nyawa masyarakatnya.
Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, pemulihan RSUP Al-Shifa adalah upaya menjaga kehidupan dan masa depan masyarakat Gaza. Di tengah reruntuhan dan keterbatasan, semangat para tenaga medis dan warga Palestina menjadi bukti bahwa harapan untuk terus hidup dan membangun masa depan yang lebih baik tidak pernah padam. (da/knrp)
