israel Berusaha Turunkan Pemerintahan Pro Palestina Dalam Pemilu Kolombia
Presiden Kolombia Gustavo Petro menuduh israel ikut campur dalam pemilihan putaran kedua presiden negara itu, mengklaim ada bukti bahwa sistem pemilu dimanipulasi selama proses penghitungan suara.
Dalam tulisannya di X, Petro mengatakan bahwa ia telah berulang kali memperingatkan tentang kerentanan dalam perangkat lunak yang digunakan oleh otoritas pemilu Kolombia dan menunjuk pada apa yang ia gambarkan sebagai perubahan mencurigakan yang memengaruhi server milik Kantor Registrasi Nasional.
“Terjadi perubahan alamat IP beberapa server milik Kantor Registrasi Nasional,” tulis Petro.
Ia menambahkan bahwa satu-satunya negara yang mampu melakukan operasi semacam itu adalah israel.
Petro juga mengatakan bahwa ia sebelumnya telah meminta audit teknis independen terhadap perangkat lunak yang digunakan dalam pemilihan, tetapi otoritas pemilu menolak untuk mengizinkannya.
Presiden Kolombia mengutip putusan Dewan Negara tahun 2018 yang menyerukan penggantian sistem perangkat lunak pemilu yang ada dengan alternatif publik.
Tuduhan tersebut muncul setelah hasil sementara dari pemilihan presiden putaran kedua hari Minggu menunjukkan kandidat konservatif Abelardo de la Espriella unggul tipis atas kandidat yang didukung pemerintah, Ivan Cepeda.
Dengan 99,99 persen tempat pemungutan suara telah melaporkan hasilnya, angka sementara menunjukkan de la Espriella menerima 49,66 persen suara dibandingkan dengan 48,70 persen suara Cepeda.
Petro menyerukan penghitungan ulang penuh, pemeriksaan semua tempat pemungutan suara, dan penyelidikan terhadap kerentanan yang memengaruhi perangkat lunak pemilihan dan pusat pemungutan suara tempat dilaporkan adanya penyimpangan. (is/knrp)
