Pemukim dan Militer israel Tingkatkan Aktivitas di Tepi Barat, Lahan Digusur hingga Rumah Disita
Tepi Barat – Pemukim ilegal Yahudi israel bersama pasukan militer penjajah israel pada Rabu (1/7/2026) dilaporkan meningkatkan aktivitas di sejumlah wilayah Tepi Barat terjajah. Aktivitas tersebut mencakup penggusuran lahan, penggerebekan desa, penyitaan rumah, penangkapan warga, serta pemberitahuan pembongkaran rumah di berbagai lokasi, seperti dilaporkan situs aa.com.tr.
Menurut sumber lokal kepada Anadolu Agency, sejumlah pemukim ilegal Yahudi israel dilaporkan meratakan lahan pertanian di desa Kafr Ni’ma, sebelah barat Ramallah di Tepi Barat bagian tengah.
Sumber yang sama menyebutkan, sekelompok pemukim ilegal Yahudi israel dengan pengawalan pasukan militer penjajah israel memasuki desa Burqa di sebelah timur Ramallah dan berkeliling di antara permukiman warga. Kehadiran mereka disebut memicu ketegangan di lokasi tersebut.
Di lokasi lain, pasukan militer penjajah israel mendirikan dua pos pemeriksaan di pintu masuk desa Aaboud di barat laut Ramallah dan desa Yabrud di sebelah timur kota tersebut. Aparat dilaporkan memeriksa identitas warga Palestina serta menggeledah kendaraan yang melintas.
Dalam insiden terpisah, puluhan pemukim ilegal Yahudi israel dilaporkan menyita sebuah rumah di kawasan Khirbet “Sarfayn” di wilayah Atara, utara Ramallah. Sebelum menempati rumah tersebut, mereka dilaporkan merusak isi bangunan dan membawa masuk perabot pribadi.
Di wilayah Bait Lahm (Betlehem), pasukan penjajah israel dilaporkan menangkap seorang warga setelah menyerbu dan memeriksa rumahnya di desa Al-Rashaida, sebelah timur kota tersebut. Menurut sumber lokal, warga tersebut sebelumnya mengalami serangan pemukim ilegal Yahudi israel saat menggembalakan ternaknya hingga mengalami luka-luka.
Sementara itu, di Al-Khalil (Hebron), pasukan penjajah israel mengeluarkan pemberitahuan pembongkaran terhadap tiga rumah berpenghuni di desa Susiya yang dihuni lebih dari 20 orang.
Sejak 8 Oktober 2023, eskalasi operasi penjajah israel di Tepi Barat dilaporkan telah menyebabkan 1.173 warga Palestina gugur, 12.666 orang terluka, serta sekitar 23.000 orang ditangkap. Data tersebut merujuk pada statistik resmi pihak Palestina. (wm/knrp)