Tikus, Penyakit, dan Sampah : Krisis Kesehatan Memburuk di Gaza dan Tepi Barat
Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan pada hari Kamis bahwa anak-anak pengungsi di Jalur Gaza digigit tikus saat tidur di dalam tenda yang penuh sesak (7/5).
Badan tersebut mengatakan bahwa populasi pengungsi di Gaza menghadapi peningkatan risiko kesehatan akibat kepadatan penduduk, kurangnya air bersih, runtuhnya sistem sanitasi, dan penyebaran tikus dan parasit di seluruh lokasi pengungsian.
UNRWA mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), badan kesehatan PBB, dan mitra lokal untuk memantau peningkatan infeksi kulit dan risiko penyakit yang disebabkan oleh tikus, kutu, dan tungau.
Badan tersebut menyerukan agar segera lebih banyak tenda, pestisida, obat-obatan, dan pasokan kemanusiaan masuk ke Gaza.
Ribuan Infeksi
Menurut angka WHO yang dikutip dalam laporan tersebut, lebih dari 17.000 infeksi yang terkait dengan tikus dan parasit eksternal telah tercatat di Gaza sejak awal tahun 2026.
UNRWA mengatakan tim medisnya telah merawat sekitar 40 persen dari kasus yang dilaporkan, meskipun terjadi kekurangan obat dan perlengkapan yang parah.
Badan tersebut memperingatkan bahwa banyak dari kondisi ini biasanya mudah diobati dengan pengobatan dasar, tetapi pembatasan Israel terhadap masuknya bantuan dan runtuhnya sistem kesehatan Gaza telah menyebabkan ribuan orang tanpa perawatan yang memadai. (is/knrp)
