UNICEF: Lebih dari 260 Anak Palestina Meninggal Dunia Sejak Gencatan Senjata di Jalur Gaza
Gaza – Lebih dari 260 anak Palestina meninggal dunia di Jalur Gaza sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025. Fakta tersebut diungkapkan Juru Bicara UNICEF, James Elder, yang memperingatkan bahwa kondisi anak-anak di Gaza masih sangat memprihatinkan meskipun gencatan senjata telah diberlakukan, sebagaimana dilaporkan Middle East Monitor.
Dalam wawancara dengan Anadolu Agency pada Kamis (25/6/2026), Elder menggambarkan kondisi di Jalur Gaza sebagai “ilusi gencatan senjata yang kejam dan mematikan”.
“Kami berada di tengah gencatan senjata, tetapi yang kami lihat justru sebuah ilusi gencatan senjata yang kejam dan mematikan. Rata-rata satu anak meninggal dunia setiap hari,” ujar Elder.
Ia mengungkapkan bahwa dua saudara perempuan meninggal dunia pada Sabtu (20/6/2026). Selain itu, anak-anak lainnya juga dilaporkan meninggal dunia akibat serangan drone dan pengeboman udara.
“Sejak dimulainya gencatan senjata, lebih dari 260 anak Palestina telah meninggal dunia,” tambahnya.
Selain korban jiwa, Elder menyoroti memburuknya kondisi kemanusiaan yang dihadapi anak-anak di Jalur Gaza, terutama akibat kekurangan gizi dan terbatasnya akses terhadap air bersih.
“Kami telah berhasil mencegah kelaparan, tetapi belum mampu menghadirkan makanan bergizi dalam jumlah yang memadai,” katanya.
Ia menambahkan bahwa tidak ada anak di Jalur Gaza yang dapat mengonsumsi tiga kali makan sehari dengan kandungan gizi yang mencukupi.
“Tidak ada anak di Jalur Gaza yang dapat makan tiga kali sehari dengan semua nutrisi yang mereka butuhkan. Inilah gambaran gencatan senjata di Jalur Gaza,” ujarnya.
Menurut Elder, anak-anak membutuhkan pola makan yang beragam, tetapi hingga kini mereka hanya menerima jenis makanan yang terbatas. Di sisi lain, pembatasan terhadap masuknya bantuan kemanusiaan terus menghambat upaya pemenuhan kebutuhan dasar penduduk.
“Hampir sembilan bulan setelah gencatan senjata, kekurangan air bersih masih sangat signifikan, dan anak-anak belum memperoleh asupan gizi yang memadai,” katanya.
Sementara itu, menurut data Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, pelanggaran penjajah israel sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025 telah menyebabkan 1.031 warga Gaza gugur dan 3.309 lainnya mengalami luka-luka. (wm/knrp)
