Hunger
Berita Palestina

Warga Gaza Demonstrasi Tuntut Bantuan Masuk dan Buka Kembali Perbatasan Rafah

Kantor berita Anadolu melaporkan bahwa puluhan warga Palestina berkumpul di Gaza tengah pada hari Ahad, menuntut akses bantuan kemanusiaan tanpa batasan dan pembukaan kembali perbatasan (24/5).

Para peserta mengibarkan bendera Palestina dan spanduk yang mengecam memburuknya kondisi hidup dan kekurangan pangan. Beberapa demonstran membawa panci masak kosong, melambangkan krisis kelaparan yang semakin parah yang dihadapi keluarga di seluruh Gaza.

Demonstrasi tersebut mencerminkan kemarahan yang semakin besar atas pembatasan dan penundaan yang terus berlanjut dalam pelaksanaan komitmen gencatan senjata terkait bantuan dan penyeberangan perbatasan.

Ali Al-Shashniya, koordinator dan juru bicara komite suku dan rakyat di kamp pengungsi Al-Bureij, dikutip oleh Al Mayadeen mengatakan bahwa kondisi kemanusiaan terus memburuk di bawah blokade dan kekurangan yang terus berlanjut.

Ia mengatakan ribuan pengungsi Palestina kini hampir sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memperingatkan bahwa kondisi dapat memburuk jika pembatasan tetap diberlakukan.

Hassan Rayyan, seorang pengungsi Palestina dari Gaza utara, dilaporkan menggambarkan situasi yang dihadapi banyak keluarga yang telah kehilangan rumah dan mata pencaharian mereka.

“Kami ingin hidup bermartabat. Kami kehilangan rumah dan situasi kemanusiaan kami menjadi sangat sulit,” katanya kepada Anadolu. (is/knrp)

Leave A Comment

Your Comment
All comments are held for moderation.